Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Sunday, July 28, 2013

Kapal Induk Indonesia Akan Segera Ada

Senayan - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS Safan Badri mengusulkan pada Panglima TNI, agar dalam pemberian nama kapal perang TNI AL dari produksi dalam negeri ke depannya dapat menggunakan nama mantan Presiden RI HM Soeharto dan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).

"Saya hanya sekadar menyampaikan aspirasi dari beberapa kelompok masyarakat, yang terinspirasi  atas peresmian Kapal Selam di Surabaya dan dua  Kapal Cepat Rudal (KCR) Clurit dan KRI Kujang 642 buatan dalam negeri, di Batam, masyarakat menanyakan apakah mungkin dalam KRI berikutnya,dapat diberi nama KRI HM Soeharto dan KRI  Gus Dur," ujar Safan Badri dalam raker dengan Panglima TNI diKomisi I, Rabu (29/2).

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq juga mengusulkan nama KH Agus Salim pada KRI berikutnya.

Merespon atas dua usulan tersebut, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, penggunaan nama HM Soeharto dan Gus Dur, TNI AL selalu melihat kebesaran nama dengan kondisi Kapal yang di beri nama.

"Artinya, kebesaran Gus Dur dan kebesaran Pak Harto harus sesuai dengan nama kapal yang diberi nama tersebut. Oleh karena itu, kami masih menunggu kapal yang sesui untuk diberi nama Gus Dur maupun Pak Harto," ujar Panglima TNI.

Bahkan, kata Panglima TNI, pihaknya masih menyimpan satu nama, yaitu KRI Sudirman. "Kami masih menunggu akan kehadiran KRI yang besar untuk diberi nama itu, agar kebesaran kapal itu sesuai dengan kebesaran nama Panglima Jendral Sudirman," ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR lainnya dari PDI-P Sudarto Danu Subroto kembali interupsi pada pimpinan rapat, untuk menayakan kapan pemberian KRI dengan menggunakan nama Soekarno. "Sudah ada bayangan, kapan ada KRI dengan Nama Soekarno?" ujarnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menimpali, nama KRI Soekarno akan diberikan setelah TNI AL punya kapal Induk. " Ya nanti, kita tunggu sampai kita punya kapal Induk sendiri," tegasnya.

Apple Merebut "Chip Maker" Samsung


Perang Samsung dan Apple nampaknya tidak hanya terjadi di pengadilan dan pasar smartphone namun juga di balik layar. Hal ini setelah Apple merekrut salah satu 'arsitek' chip Samsung menjadi karyawannya.



Jim Mergard, kepala tim desainer chip Samsung, menjadi karyawan yang berhasil direkrut oleh Apple. Jim mendapat di Apple kemungkinan akan bertanggung jawab mendesain chip dan prosesor bagi perangkat mobile Apple di masa depan. 

Kepindahan Jim ini tergolong mendadak karena dia baru bulan Juni lalu bergabung dengan Samsung.
Sebelumnya, Mergard sempat bekerja sebagai wakil presiden dan chief engineer di produsen mikrochip AMD selama 16 tahun. Selama bekerja di AMD, Mergard pernah membawahi pengembangan prosesor "Brazos" yang dirancang untuk komputer portable low-end.

Kepindahan Mergard ini adalah yang terbaru dari serangkaian langkah serupa yang melibatkan pegawai-pegawai perusahaan besar di bidang TI. Awal Agustus lalu AMD merekrut mantan arsitek chip Apple Jim Keller untuk menjabat sebagai wakil presiden dan chief architect. Bulan sebelumnya, desainer chip AMD John Bruno pindah ke Apple.

Kepindahan Jim Mergard diperkirakan akan memperkuat posisi dan potensi Apple saat mendesain chip dan prosesor mobile. Mereka memang diketahui mulai mendesain sendiri prosesor perangkat mobile mereka. Hal itu mereka lakukan untuk mendapatkan performa prosesor dan daya tahan baterai yang lebih baik dari rivalnya.

iPhone 5 merupakan salah satu produk terbaru yang menggunakan prosesor rancangan Apple sendiri. Prosesor A6 yang tertanam di dalamnya didesain sendiri berdasarkan arsitektur ARM yang dikostumasi. Samsung hanya menjadi produsen perakit prosesor Apple tersebut. 

Sumber: BGR.com

PT Pindad Kembangkan Tank 20 Ton



Marder 1A3 milik Bundeswehr. TNI AD membeli ranpur Marder dan Leopard dari Jerman. (Foto: ©Bundeswehr/Mandt)

Jakarta: PT Pindad (Persero) tengah mengembangkan tank tempur medium dengan bobot sekitar 20 ton, yang ditargetkan "prototype"-nya sudah jadi pada 2014.

"Pembuatan tank tempur menjadi salah satu target pengembangan produksi ke depan. Ini merupakan produk baru bagi Pindad," kata Kepala Sekretariat Perusahaan PT Pindad Iwan Kusdiana saat menerima kunjungan pejabat Kemenko Polhukam dan sejumlah wartawan di PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Menurut dia, pengembangan tank tempur medium tersebut dilakukan tanpa ada proses kerja sama maupun alih teknologi (ToT) dengan perusahaan tank dari luar negeri, namun pengembangan dilakukan PT Pindad sendiri.

Terkait dengan kebijakan pemerintah yang memborong tank medium Marder dari Jerman, kata dia, masih belum jelas mengenai alih teknologinya. Kendati demikian, Pindad juga tidak akan meniru tank ini.

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad Hery Mochtady mengatakan tank yang sedang dikembangkan Pindad akan mengacu pada kebutuhan dan permintaan TNI.

"Kita tidak meniru. Kita desain sesuaikan 'requirement' kavaleri TNI," ujarnya.

Sejauh ini tahapan yang dilalui sampai pada pembuatan desain melibatkan kavaleri, namun tidak sampai mereka masuk lebih jauh ke dalam. "Target kita pada 2014 sudah jadi prototype. Setelah prototype jadi, kita mulai produksi," jelasnya.

Selama ini proses ToT kendaraan khusus hanya menyangkut Panser Cannon 90 mm yang dibeli pemerintah sebanyak 22 unit. Dari jumlah itu, 11 diantaranya dirakit oleh PT Pindad.

Mengenai tank Marder, Pindad belum mengetahui seperti apa mekanisme pengadaannya, termasuk keterlibatan Pindad untuk ToT. "Itu kan satu paket dengan Leopard. Kita belum tahu perjanjiannya seperti apa," ujar Hery.

Sumber: Republika